Senin, 31 Maret 2025 – 20:32 WIB
Jakarta, ECNETNews – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengumumkan program rumah subsidi yang ditujukan untuk tenaga kesehatan, guru, dan nelayan. Dalam rencananya, pemerintah akan menyediakan 30.000 unit rumah untuk tenaga kesehatan, 20.000 unit untuk guru, dan 20.000 unit untuk nelayan.
“Presiden Prabowo telah mengarahkan bahwa tahun ini kami akan meluncurkan 20.000 rumah subsidi untuk guru, yang sudah dimulai di Bogor minggu lalu. Setelah Lebaran, kami akan memulai pembangunan 30.000 rumah untuk tenaga kesehatan, yang mencakup bidan, perawat, dan tenaga kesehatan masyarakat. Selanjutnya, kami juga menargetkan 20.000 rumah untuk nelayan,” ungkap Menteri Sirait dalam acara halalbihalal di Jakarta, pada 31 Maret 2025.
Menteri Sirait juga menyampaikan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto terhadap program ini. Ia mengindikasikan adanya dukungan dari Bank Indonesia (BI) dalam bentuk relaksasi kebijakan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang akan memperlancar pembangunan perumahan.
“Kami juga mendapatkan dukungan dana signifikan untuk membangun perumahan dari kebijakan relaksasi BI,” tambahnya. Di samping itu, ada rencana untuk menyediakan 1.000 rumah subsidi bagi pekerja industri media dengan mengadakan pertemuan dengan wartawan.
Untuk program rumah subsidi bagi tenaga kesehatan, rincian alokasinya adalah 15.000 unit untuk perawat, 10.000 unit untuk bidan, dan 5.000 unit untuk tenaga kesehatan. Penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) subsidi ini akan didukung oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan lembaga perbankan terkait.